Pengertian Dakwah Islam

pengertian dakwah islam

Istilah dakwah adalah terminologi Islam. Jadi, sebenarnya kata dakwah sudah bermakna dakwah Islam. Berikut ini pengertian dakwah Islam.

Dakwah adalah bagian penting dari Islam. Jika diterjemahkan dari bahasa Arab, pengertian dakwah secara singkat berarti ‘mengundang’. Dalam konteks Islam, pengertian dakwah adalah mengajak manusia kepada ajaran Allah SWT.

Meski dalam dakwah kita menyeru atau mengajak manusia ke dalam ajaran Islam, bukan tidak kita mengubah orang tersebut. Dakwah lebih kepada penyebaran pesan-pesan Allah SWT dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh para nabi terdahulu. Allah SWT juga berfirman dalam surat An Nahl ayat 125 yang artinya,

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

Nasib setiap manusia ada di tangan Allah SWT. itu berarti bukan tugas manusia untuk mencoba dan membujuk orang lain agar mau mengikuti ajaran Islam. Dengan pemikiran ini, kita dapat memaknai pengertian dakwah sebagai penyebaran, ajakan, seruan, tentang pesan Allah SWT dengan cara yang baik, dan bukan dengan paksaan.

Dalam artikel berikut ini akan sampaikan lebih lanjut pengertian dakwah yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Pengertian Dakwah

Sebagai umat Islam, kita sudah tidak asing dengan istilah dakwah. Dalam kehidupan beragama, dakwah memainkan peran penting untuk memantapkan hati untuk terus berada di jalan Allah SWT tanpa adanya keraguan.

Baca Juga

Dakwah yang sering kita dengar berisi tentang ajakan kepada umat manusia untuk berbuat kebaikan dan melarang perbuatan mungkar yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dakwah adalah penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat.

Istilah dakwah dalam bahasa Arab berarti, ‘menyeru atau mengajak’. Dalam konteks Islam, pengertian dakwah merujuk pada proses menyeru, menyampaikan, mengajak manusia kepada risalah Islam, menuju Tuhan, menuju Kebenaran, menuju jalan yang benar yang ditentukan oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia.

Ajakan dakwah ini mengajak, mencondongkan, dan mendorong manusia untuk secara sukarela tunduk kepada kehendak Allah, dengan hanya beribadah kepada-Nya dan mengikuti segala perintah dan larangan-Nya.

Terkait pengertian dakwah ini, Ali Mahfuz menjelaskan bahwa “dakwah adalah untuk mendorong manusia berbuat baik menurut petunjuk, menyeru mereka berbuat kebajikan, dan melarang dari yang mungkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.”

Oleh karena itu, dakwah Islamiyah dapat diartikan sebagai upaya mengajak, meyakini, dan mengamalkan aqidah dan syariat Islam.

Jenis Dakwah

Berdasarkan cara penyampaiannya, dakwah dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Dakwah Fardiah

Dakwah Fardiah adalah dakwah yang dilakukan seseorang kepada individu lain (satu orang) atau banyak orang dalam jumlah yang kecil. Biasanya, Dakwah Fardiah ini berlangsung tanpa adanya persiapan. Contohnya saat seseorang menasihati teman sekantor, atau memberikan anjuran, dan memberi contoh.

2. Dakwah Ammah

Dakwah Ammah adalah dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang banyak dengan tujuan untuk memberi pengaruh kepada orang lain. Contohnya adalah khotbah atau pidato. Biasanya, Dakwah Ammah dilakukan oleh seseorang atau organisasi yang bergerak di bidang dakwah.

3. Dakwah bil-Lisan

Dakwah bil-Lisan adalah dakwah yang disampaikan dalam wujud lisan, sehingga terjadi interaksi antara pemberi dakwah dengan orang yang mendengarkan dakwah. Dengan dakwah lisan ini, seseorang bisa langsung memahami isi dakwah yang disampaikan, dan jika masih belum paham, orang tersebut bisa langsung menanyakan agar lebih jelas.

4. Dakwah Bilhal

Dakwah Bilhal adalah dakwah yang dilakukan dengan memberi contoh perbuatan yang nyata. Dakwah ini bertujuan agar si penerima dakwah dapat mengikuti jejak dan ihwal dari juru dakwah.

Dakwah jenis ini tak hanya membantu pendengar memahami isi dakwah, tapi juga langsung melihat bagaimana mengaplikasikan isi dakwah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5. Dakwah bit-Tadwin

Dakwah bit Tadwin atau dakwah melalui tulisan, adalah dakwah yang dilakukan dengan media seperti kitab-kitab, buku, majalah, tulisan internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah. Dakwah bit-Tadwin dapat bertahan lama meski pun penulisnya telah wafat.

Terkait dakwah bit-Tadwin, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada.”

6. Dakwah bil Hikmah

Dakwah bil Hikmah disampaikan dengan cara yang arif dan bijaksana, yaitu dengan melakukan pendekatan yang baik tanpa paksaan. Cara ini membantu penerima dakwah dapat melaksanakan isi dakwah secara sukarela, tanpa merasa dipaksa.

Kaidah Dakwah

Terdapat beberapa kaedah penting dalam berdakwah yang disebut oleh para ulama, yaitu:

1. Dakwah harus Ikhlas Mencari Ridha Allah

Allah SWT berfirman,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

2. Dakwah dengan Ilmu

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah pernah berkata,

“Barangsiapa yang beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka ia akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan banyak kebaikan.” (Majmu’ah Al-Fatawa).

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan,

“Ilmu adalah pemimpin amalan. Sedangkan amalan itu berada di belakang ilmu.” (Majmu’ah Al-Fatawa).

3. Dakwah dengan Hikmah

Allah SWT berfirman,

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

4. Dakwah dengan Sabar

Syaikhul Islam mengatakan, “Setiap orang yang ingin melakukan amar ma’ruf nahi mungkar pastilah mendapat rintangan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak bersabar, maka hanya akan membawa dampak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Majmu’ah Al-Fatawa).

Luqman pernah berkata pada anaknya,

“Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17).

5. Dakwah dengan Mengetahui Keadaan yang Didakwahi

Hadis dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu mengatakan,

“Sampaikanlah kepada manusia menurut apa yang mereka ketahui. Apakah engkau menginginkan Allah dan Rasul-Nya didustakan?” (HR. Bukhari).

Demikian pengertian dakwah Islam.

Source: Merdeka

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *