TIGA SYARAT AGAR AMAL IBADAH DITERIMA ALLAH

TIGA SYARAT AGAR AMAL IBADAH DITERIMA ALLAH

35569
15
BERBAGI

Pertanyaan:

Apa saja syarat-syarat diterimanya amalan?

 

 

Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullahu ta’ala menjawab:

Syarat-syarat diterimanya di sisi Allah ada tiga.

Pertama, beriman dan bertauhid kepada Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً

“Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shalih, untuk merekalah surga-surga Firdaus.” (QS. Al Kahfi: 107)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قُلْ أَمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Katakan, ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqamah-lah.” [HR. Muslim]

 

Kedua, ikhlas. Yaitu, beramal untuk Allah tanpa riya’[1] dan sum’ah[2]. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصاً لَّهُ الدِّينَ

“Maka, ibadahilah Allah dengan ikhlas untukNya dalam [menjalankan] agama.” (QS. Az Zumar: 2)

 

Ketiga, sesuai dengan apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

“Dan apa-apa yang datang kepada kalian dari Rasulullah, maka ambillah. Dan apa-apa yang beliau larang darinya untuk kalian, maka jauhilah.” (QS. Al Hasyr: 7)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَادٌّ

“Siapa saja yang mengerjakan amalan yang tidak kami contohkan, maka amalannya tertolak.” [HR. Muslim]

 

 

RUJUKAN: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Hudz ‘Aqidatak min Al Kitab wa As Sunnah Ash Shahihah. TTp: TP. TTh, halaman 9.

 


[1] Beramal agar dilihat orang [penerj.]

[2] Beramal agar orang-orang membicarakannya [penerj.]

15 KOMENTAR

LEAVE A REPLY